Rabu, 28 Agustus 2013
fakta2 temuan terkait kasus korupsi Century yg diabaikan @KPK_RI
1. Eng ing eeng…jangan bosan..kita bongkar lagi kasus korupsi Century yg dipetieskan @KPK_RI krn KPK sdh bertekuklutut pada istana.
2. KPK patut mendalami pola transaksi tunai atas empat tahap pencairan dana talangan dan 21 transaksi penyetoran tunai ke Bank Century
3. Dgn mendalami pola transaksi tunai atas dana triliunan rupiah itu, akan terkuak motif lain dibalik alasan penyelamatan eks Bank Century
4. Menurut hasil audit investigatif BPK, pencairan dana talangan dilakukan dlm empat tahap.
5. Pencairan tahap pertama Rp 2,7 Triliun, tahap II Rp 2.2 Triliun, tahap III Rp 1.1 Triliun dan pencairan tahap IV Rp 630 Milyar
6. Dari empat tahap pencairan itu, penyetoran oleh LPS ke manajemen Bank Century juga dilakukan bertahap
7. Setoran LPS ke manajemen Bank Century dilaksanakan dlm 23 transaksi. Hny 2 transaksi penyetoran yg menggunakan SUN (Surat Utang Negara)
8. Yakni transaksi 4 Feb dan 24 Feb 2009, dengan masing2 SUN bernilai Rp 820 Milyar dan Rp 185 Milyar
9. Sedangkan 21 transaksi penyetoran lainnya dilakukan dg pola tunai. Sekali lagi : TUNAI !!!!
10. Dari pencairan tahap pertama, LPS melakukan 6 (enam) kali penyetoran yg dimulai 24 Nov hingga 1 Des 2008
11. Setoran tunai terbesar pada 24 Nov 2008 mencapai Rp 1 T, sedangkan setoran tunai terkecil, Rp 100 miliar, dilakukan pada 27 Nov 2008
12. Dari pencairan tahap keempat, LPS hanya satu kali melakukan setoran tunai sebesar Rp 630,221 miliar, pada 24 Juli 2009
13. Soal pola atau modus setoran tunai utk jumlah uang yg demikian besar ini sangat JANGGAL/ANEH sehingga sulit dipercaya
14. Idealnya atau normalnya adalah pola transfer. Namun, pola setor tunai ini diyakini bisa saja terlaksana jika BI menghendakinya
15. Sebab, hanya Bank Sentral (BI) yg memiliki stok/simpanan dana tunai berjumlah besar.
16. Lagi pula, tdk ada institusi keuangan lain yg mampu melakukan pola transaksi tunai utk jumlah yg demikian besar.
17. Dlm konteks pencairan dana talangan Century, ada informasi bahwa dana tunai yg begitu besar jumlahnya itu harus diambil dari gudang BI.
18. Itu sebabnya, dlm penggeledahan di BI baru2 ini, KPK harus fokus juga utk mendapatkan buku log pengeluaran dana talangan Century tsb
19. KPK juga harus dapatkan juga rekaman CCTV. Pasti dari penelusuran (follow the money) itu, ditemukan fakta2 baru
20. Khususnya aliran dana yang berasal dari deposito jumbo Budi Sampoerna, akan ditemukan nama-nama orang penting
21. Terutama nama yang pernah disebut2 mantan Ketua Umum Partai Demokkrat, Anas Urbaningrum secara tertutup kepada Timwas Century
22. Keputusan pemberian dana talangan kepada Bank Century memang penuh tipu muslihat. Utk perkaya diri sendiri, utk kepentingan politis
23, Berdasarkan analisis yang diajukan Halim Alamsyah, justru tak tampak bukti jika Bank Century adalah bank gagal berdampak sistemik
• 24. Bank Century ini nyaris tak punya pengaruh berarti thdp institusi keuangan, pasar keuangan, infrastruktur keuangan dan sektor riel.
25. Namun Gubernur BI Boediono kecewa atas pendapat Halim Alamsyah itu. “Apa yang lainnya gak ada?” ujarnya dlm Rapat Dewan Gubernur
26. Notulen dan rekaman rapat BI tsb sdh diserahkan Timwas DPR kepada KPK. Tapi KPK tdk menindaklanjuti. Membisu. Takut pada Budiono ?
27. Setelah menyaksikan sejumlah indikator yang ada, kian memperlemah anggapan bahwa Bank Century berdampak sistemik.
28. Penilaian Bank Century akan berdampak sistemik hny akal2an utk merampok uang LPS yg notabene adlh uang negara krn dipungut berdasarkn UU
29. Kekecewaan Boediono pada rapat tsb ditimpali Miranda Goeltom. Kebetulan, ketika mempresentasikan soal matriks analisis dampak sistemik
30. Menurut Miranda, matriks itu justru menampilkan kesimpulan bahwa kasus Bank Century tak ada apa-apanya. Tak ada pengaruh siginificant
31. “Kesimpulannya, gak ada apa-apanya..” Tegas Miranda Gultom
32. Muliaman Hadad pun melontarkan usul, “matriks ini dilepas saja..” Kenapa dilepas? Agar alasan utk beri talangan ke Bank Century
33. Budiono pun bernafas lega. Akhirnya ada pejabat BI yg mendukung dirinya utk bail out Bank Century. “Ya lepas aja..” ujar Boediono
34. Begitulah, para pejabat BI yang berlatar akademis dan sangat mumpuni ternyata hanya mampu bermain othak-athik gathuk
35. Terutama dalam menentukan status sistemik bagi Bank Century.
36. Tampilan data/analisis yang tidak menyenangkan, mereka buang begitu saja. Lalu mereka cari data/analisa utk dukung niat jahat mereka
37. Miranda menyatakan, “masa dari lima kriteria, hanya satu yang (ada) keterkaitan (dengan sistemik).. Ya dianggap nggak ada urusan apa2”
38. Maka, atas inisiatif Halim Alamsyah, ditambahkanlah aspek psikologi pasar. Tanpa permodelan dan perhitungan akurat.
39. Cerita selanjutnya kita sdh tahu. Negara via LPS harus rogoh kocek Rp 6,7 triilun utk Bank Century itu. Lalu..uang itu mengalir kemana2
40. Mau tahu fakta lengkapnya ? Baca : “Othak-athik Gathuk di Century” di http://t.co/HlvxUWo37u
41. Atau dapatkan buku terbaru: “Skandal Century di Tikungan Terakhir Pemerintahan SBY-Boediono” oleh Bambang Soesatyo
42. Atau datangi @KPK_RI , paksa KPK mengaku dan menyerahkan semua fakta2 terkait KORUPSI BANK CENTURY. Di KPK sangat lengkap informasinya
43. Atau jika @KPK_RI ga mau juga kasih, ya suruh KPK cepat tuntaskan kasus Century itu. Juga paksa @KPK_RI tuntaskan korupsi BLBI dll
44. Jangan biarkan KPK menipu dan perdaya rakyat dgn blow up kasus2 recehan dan sajikan politeinment yg tak bermutu itu. Memuakkan !!
45. Sekian dulu. Terima kasih. Semoga bermanfaat. MERDEKA !!
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar